Saung Punclut Bandung


Belum anyak daerah-daerah di Indonesia memiliki tempat-tempat makan yang merupakan ajang wisata kuliner dengan beroperasi 24 jam lamanya. Namun, tidak halnya dengan masyarakat kota Bandung. Mereka memfavoritkan Punclut sebagai tujuan wisata kuliner pada malam hari. Hal ini berkat adanya saung-saung Punclut sebagai tempat warung makan lesehan yang buka mulai dari fajar hingga keesokan harinya.
Saung Punclut Bandung


Punclut adalah suatu kawasan dataran tinggi di Bandung Utara. Nama Punclut merupakan singkatan yaitu puncak Ciumbuleuit. Untuk menuju kawasan Punclut, terlebih dahulu kita akan melalui Universitas Katolik Parahyangan, perumahan elit, sejumlah hotel berbintang dan bungalow. Punclut juga di kenal sebagai puncaknya Bandung. Tidak terlalu jauh untuk mencapai Punclut karena jaraknya hanya 7 km saja dari pusat kota Bandung.

Kawasan Punclut pada awalnya berfungsi sebagai hutan lindung. Namun fungsi tersebut semakin berkurang sejak pembangunan sarana dan prasarana seperti dibukanya lahan pertanian dan jalan, gedung sekolah, stasiun transmisi TVRI, dan pemukiman penduduk. Bahkan, Punclut semakin ramai ketika banyak didirikan vila-vila peristirahatan.

Bagi masyarakat kota Bandung dan sekitarnya, seringkali mengunjungi Punclut pada hari Sabtu dan Minggu. Tujuan mereka pun beragam, seperti menikmati pemandangan alam, menikmati aneka menu dan jajanan khas Sunda di saung-saung lesehan, berolah raga, bahkan hanya sekedar transit sebelum menuju Lembang. Punclut juga dijadikan jalur alternatif Bandung-Lembang.

Beberapa tahun terakhir ini, kawasan Punclut seolah tidak pernah tidur. Masyarakat setempat berhasil menjual daya tarik khas Punclut. Mereka mendirikan kios dan saung lesehan untuk tujuan wisata kuliner terutama pada malam hari. Tiap malam saung-saung tersebut dipenuhi oleh pengunjung dari dalam dan luar kota Bandung.

Menu yang ditawarkan sangat menggugah selera seperti nasi timbel merah dan hitam lengkap dengan lauk pauk, sambal terasi, dan lalab-lalaban. Aneka kudapan seperti tutut bumbu kuning, ketan bakar bumbu, jagung bakar, colenak, dan serabi. Tak lupa juga minuman hangat seperti bandrek kelapa muda, bajigur dan susu murni Pangalengan. Harga yang ditawarkan tak perlu khawatir. Kios dan saung lesehan di Punclut terkenal ramah di kantong karena para pemiliknya menyeragamkan harga makanan.

Bila kita ingin wisata kuliner di Punclut pada malam hari, disarankan tidak datang pada akhir pekan. Biasanya pengunjung sulit mendapat tempat duduk atau menjadi peserta antrian. Namun bila tetap ingin berkunjung pada akhir pekan, disarankan datang pada sore hari atau memboking tempat terlebih dahulu. 

Banyak pengunjung Punclut yang betah berlama-lama duduk lesehan hingga berjam-jam lamanya. Mereka tidak hanya sekedar makan tetapi juga menghabiskan malam sambil bercengkrama bersama keluarga dan sahabat. Karena saung Punclut, tidak hanya sekedar menyuguhi makanan tetapi juga pemandangan gemerlapnya kota Bandung pada malam hari.​


Saung Punclut Bandung

0 komentar:

Posting Komentar

Semua komentar dimoderasi. Maaf jika komentar tidak ditampilkan atau dibalas.