Catatan Manasuka Online

Wednesday, August 1, 2018

Maudy Ayunda Ketagihan Sekolah

Banyak artis yang rela meninggalkan pendidikan akademisnya demi mengejar popularitas sebagai selebritis karena iming-iming financial yang sangat menjanjikan. Namun tak sedikit pula artis yang rela meninggalkan kariernya sebagai artis demi mengejar impian akademisnya di universitas-universitas ternama di Indonesia dan di luar negeri.

Maudy Ayunda


Seperti yang dilakukan Maudy Ayunda yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas paling bergengsi di dunia yaitu Oxford University di Inggris. Selama tiga tahun lamanya artis bertalenta ini menyelesaikan pendidikan jurusan P.P.E. (Politic, Philosophy, Economy).

“Aku tertarik ilmu tersebut karena politik, ekonomi dan filsafat adalah kombinasi ilmu yang saling melengkapi satu sama lain. Kita diajak untuk berpikir terbuka, logis dan rasional,” ucap Maudy.

Dirinya mengakui sedari kecil sangat menyukai lingkungan sekolah dan lingkungan belajar sehingga menumbuhkan motivasinya untuk terus menuntut ilmu. Selama menimba ilmu di negara The Black Country tersebut, Maudy merasakan kemandirian yang luar biasa

“Banyak improvement yang bisa aku lakukan, belajar banyak tentang diri aku sendiri dan tentang orang lain. Banyak hal berbeda yang saya rasakan di sana. Setiap minggu dituntut untuk membuat essai. Kita dipaksa untuk menulis, membaca dan menganalisa,” ungkapnya.

Ketagihan Sekolah 

Kini gadis kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994 tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan Program Pasca Sarjana jurusan Public Policy atau Master of Business Administration (MBA) ke Amerika. Menurutnya, kecintaannya terhadap pendidikan adalah salah satu sumbangsih dirinya sebagai bangsa Indonesia.

“Jika kita bisa sukses, kita bisa menjadi sosok inspiratif. Sebagai warga negara kita harus aktif dan kritis memperhatikan perkembangan Indonesia dan membantu memecahkan permasalahan,” kata Maudy Ayunda.


Maudy Ayunda Ketagihan Sekolah  - SEO GAUL

Tuesday, July 10, 2018

Berbagi Dengan Anak-anak Kolong Jembatan

Sobat kolong adalah sebutan dari kelompok yang sehari-hari pekerja kantoran yang selalu berpakaian rapi, necis dan wangi. Mereka bekerja di gedung perkantoran yang tinggi, ber-AC, dan tentu saja nyaman. Tetapi ketika Sabtu tiba, mereka tidak sungkan melangkahkan kakinya ke kolong jembatan di Jalan Latumeten, Grogol.

Berbagi Dengan Anak-anak Kolong Jembatan

Mereka mengunjungi anak-anak yang tinggal di kolong jembatan tersebut. Mereka semuanya adalah pekerja profesional. Mereka adalah Sobat Kolong, komunitas yang mempunyai perhatian pada anak-anak kolong jembatan.

Dengan Anak-anak Kolong Jembatan

Kegiatan Sobat Kolong yang utama adalah memberikan pelajaran pada hari Sabtu, hari dimana para anggota berkunjung selama 2 jam dan membantu pelajaran yang diberikan seorang pengajar. Pada minggu pertama, kedua dan ketiga setiap bulan, acara diisi dengan pelajaran. Dan pada hari Sabtu minggu keempat, acaranya adalah ekstra kurikuler yang menekankan kreativitas.

Berbagi Dengan Anak-anak Kolong

Komunitas Sobat Kolong juga memberikan bantuan berupa pembagian susu, beras dan makanan untuk anak-anak kolong beserta orangtuanya. Semua ini bisa dilakukan jika ada bantuan dana dari donatur.

 Anak-anak Kolong Jembatan

Seiring dengan perjalanan waktu, jika awalnya mereka memikirkan pelajaran apa yang harus diberikan setiap Sabtu, kini mereka juga memikirkan, ke depannya anak-anak kolong ini akan jadi seperti apa. Tentu saja mereka berharap anak-anak ini mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

Bersama Dengan Anak-anak Kolong Jembatan

Anak-anak Kolong Jembatan

Foto : Wahyu Nugraha Ruslan


Berbagi Dengan Anak-anak Kolong Jembatan - Potret Kehidupan 

Thursday, June 28, 2018

Ratu Tisha Destria - Nilai Luhur Dibalik Sepak Bola

Bagi Ratu Tisha Destria, sepak bola bukan olahraga biasa. Di mata perempuan pertama yang menjadi Sekjen PSSI ini, sepak bola punya nilai penting bagi Indonesia. 

Ratu Tisha Destria

Perempuan yang akrab dipanggil Mbak Tisha ini menjelaskan bahwa ada banyak value dalam sepak bola yang dapat mendukung pembentukan masyarakat tangguh sesuai program revolusi mental Presiden RI Joko Widodo.

“Menurut saya sepak bola penting sekali bagi masyarakat Indonesia. Satu, karena populernya olahraga ini di Indonesia sehingga lebih mudah bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai sepak bola yang sebenarnya kepada masyarakat. Banyak nilai sportivitas olahraga seperti menerima kekalahan, menghargai kemenangan, keadilan, dan hal-hal lainnya dan nilai luhur yang kita ingin ajarkan,” ujarnya.

Lulusan jurusan Matematika ITB tersebut memang sudah lama jatuh cinta dengan dunia bola. Bahkan sejak SMA dirinya telah menjadi bagian manajerial tim sepak bola SMAN 8 Jakarta. Konsisten di bidang ini, ia juga menjadi tim managerial di Persatuan Sepak Bola ITB hingga akhirnya bisa menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapat beasiswa Program Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Master 2013.

Ratu Tisha Destria sangat mengapresiasi niat baik Pertamina dalam mensponsori gelaran kompetisi sepak bola PSSI untuk generasi muda yakni piala Soeratin.

“Saya terima kasih kepada Pertamina, terutama area yang di-support adalah area football development U-15 sampai U-17. Ini adalah area yang selama ini redup serta orang jarang melihat, padahal ini adalah potret grass root masyarakat yang sebetulnya yang kita akan menuai hasilnya 5-10 tahun mendatang,” tutur Tisha


Nilai Luhur Dibalik Sepak Bola 

Tuesday, June 5, 2018

Sistem Kehidupan Berlaku Untuk Semua Orang

Sistem kehidupan manusia dapat dianalogikan seperti sebuah telepon genggam nirkabel yang canggih yaitu sebuah sistem komunikasi nirkabel yang ada di genggaman dan dapat menghubungkan pengguna di pelosok dunia mana pun dalam hal pertelekomunikasian. 

Piranti ini juga merupakan sebuah sistem yang terdiri dari banyak komponen yang dirakit menjadi sebuah sistem yang utuh. 

Ia tidak dapat berfungsi apabila tidak digabung dengan SIM-card dan mengisi baterai. Dengan menggabungkan dua komponen sistem tersebut menjadi satu kesatuan maka terjadilah fungsi baru yang sangat mencengangkan, bukan?

Dalam hal menghidupkan sistem dari sebuah telepon genggam juga terjadi sesuatu yang baku, kaku dan terpola. Artinya telepon genggam baru berfungsi jika kita mengikuti persyaratan dengan mengisi baterai dan SIM card.

Sistem Kehidupan Untuk Semua Orang

Yang menjadi pertanyaan, apakah Anda akan membangkang atau mengikuti persyaratan tersebut untuk dapat menghidupkan sistem?
Sistem tidak pernah memihak kepada status sosial mana pun. Dia hanya siap untuk digunakan oleh siapa pun juga. seo gaul
Dengan demikian, sistem kehidupan berlaku untuk semua orang. Siapapun orang itu, apakah seorang Profesor, Doktor atau seorang pembantu rumah tangga atau orang lain yang masuk dalam strata sosial tertentu, sama-sama punya hak untuk menghidupkan sistem selama dia sanggup membiayainya dan tahu caranya.



Sistem Kehidupan Berlaku Untuk Semua Orang - SEO Kecil

Thursday, May 10, 2018

Laju Urbanisasi Terus Tumbuh

Hampir setiap tahun, laju urbanisasi terus tumbuh. Mencoba keberuntungan di perkotaan seakan menjadi primadona. Puncaknya, selepas hari raya Idul Fitri, masyarakat desa berbondong-bondong menyerbu ibu kota maupun kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Selain menjanjikan, daerah perkotaan, khususnya Ibu Kota cukup menarik perhatian masyarakat untuk mengadu nasib. Lapangan kerja dan peluang karir di kota yang cukup luas, menjadi pilihan yang menggiurkan.
Urbanisasi Terus Tumbuh.

Data Price Waterhouse Cooper menunjukkan bahwa angka pertumbuhan populasi urban di Indonesia mencapai 2,7 persen per tahun. Angka ini lebih besar dibanding negara-negara Asean lain seperti Malaysia 2,6 persen, Thailand 1,5 persen, dan Filipina 2,2 persen

Pesatnya laju urbanisasi dapat mengakibatkan bergesernya tempat tinggal sebagian besar penduduk Indonesia yang semula tinggal di pedesaan berpindah ke daerah perkotaan. Sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi di kantong-kantong bisnis wilayah perkotaan.

Adanya transisi struktural dari ekonomi pedesaan menjadi ekonomi perkotaan, didorong oleh sektor manufaktur dan jasa. Di satu sisi urbanisasi berkaitan dengan peningkatan output dan produktivitas. Sedangkan di sisi lain, urbanisasi mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan semakin lumpuh.

Bahwa penghasilan di wilayah perkotaan lebih tinggi tinimbang di desa, tidak dapat dinafikan. Sumber penghasilan di desa yang sebagian besar bersumber lahan pertanian kurang mendukung untuk biaya hidup yang semakin tinggi. Terbatasnya ketersediaan lapangan kerja di pedesaan, juga menjadi salah satu faktor yang mendorong laju urbanisasi.

Untuk membangun desa perlu kreativitas dan inovasi berkesinambungan. Sayangnya, tenaga yang kreatif dan inovatif masih langka di desa. Penempatan tenaga pendamping profesional di desa, belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Sebab munculnya tenaga profesional baru, memicu rekrutmen tenaga kerja di wilayah perkotaan.

Pembangunan desa seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusianya. Jika kebutuhan dasar masyarakat pedesaan sudah terpenuhi, maka mampu menekan laju urbanisasi masyarakat pedesaan. Salah satunya yaitu dengan membangun sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan

Pembangunan pusat-pusat industri kreatif di wilayah pedesaan, menjadi jalan keluar selanjutnya. Program one village one product (OVOP), seharusnya bisa menjawab persoalan urbanisasi. Hanya saja perlu pendampingan terus menerus agar program tersebut dapat melahirkan produkproduk unggul dan memiliki nilai jual bersaing.

Tindakan, kebijakan, dan intervensi yang mungkin dilakukan harus menjadi suatu rangkaian berkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, yang harus ditangani dengan serius. Dengan kebijakan yang tepat, diharapkan tercipta kotakota tingkat dua (second tier city) yang dapat mendorong pembangunan ekonomi daerah

Membangun desa pada hakikatnya membangun Indonesia. Hanya itu cara bermartabat untuk menekan laju migrasi penduduk desa ke kota. Ketika desa sudah makmur, urbanisasi tidak lagi menjadi momok setiap arus balik lebaran.


Urbanisasi Terus Tumbuh

Friday, April 27, 2018

Perhatian Ira Koesno Terhadap SPBU Pertamina

Nama Ira Koesno sudah dikenal orang sebagai praktisi media dan komunikasi sejak lama. Wanita yang lahir pada 30 November 1969 ini pun kerap mendapatkan berbagai penghargaan di bidang yang digelutinya.

Ira Koesno

Ira sebetulnya pernah aktif di dunia jurnalistik sejak 1996 hingga 2004. Namun ia memutuskan mundur dan membangun bisnis baru bernama Ira Koesno Production yang kemudian berganti nama menjadi Ira Koesna Communication.

Selama bergelut di dunia media, ternyata ia memperhatikan Pertamina sejak dulu hingga sekarang dan merasakan perbedaan yang nyata, terutama dalam hal komunikasi publik.

Pertamina kini lebih responsif, cepat menjawab terhadap gejolak yang terjadi di masyarakat Ira Kusno

Menurutnya ini hal yang bagus karena Pertamina sebagai BUMN tentu tidak bisa selincah perusahaan swasta.

“BUMN itu satu kaki dipegangin dan satu kaki disuruh lari. Tapi dari sisi upaya untuk merespon perkembangan di masyarakat terutama soal problem yang ada, Keingintahuan mereka terhadap isu-isu yang terjadi, menurut saya Pertamina sudah jauh lebih positif dibandingkan lima tahun yang lalu,” ungkap Ira.

Terlebih lagi dengan SPBU Pasti Prima Pertamina saat ini, memberikan keyakinan dirinya sebagai konsumen cukup merasa puas karena tidak ada lagi permainan kecurangan meteran saat pengisian BBM.

Namun dirinya tetap mengharapkan ada peningkatan dari sisi Human Resources yang melayani agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor ‘sebelah’ yang pelayanan kepada pelanggannya masih lebih unggul.


Perhatian Ira Koesno Terhadap SPBU Pertamina

Wednesday, April 18, 2018

Potret - Dilema Pengrajin Tahu

Siapa tak kenal tahu, makanan segala kalangan berbahan kedelai. Tahu putih bertekstur lembut, atau tahu coklat yang telah digoreng menghiasi meja makan dari warteg hingga restoran berbintang

Dibalik rasa tahu yang membuat kangen para penggemarnya, tersimpan peluh para perajin tahu yang hidupnya tergantung pada harga kedelai impor. Produksi terkadang terhenti, terganjal kenaikan harga makanan rakyat yang bahannya kini diimpor. “Kalau harga kedelai naik...kita repot,”ujar perajin tahu di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta.



Satu-satunya yang membuat mereka bertahan adalah perputaran uang yang diperoleh dari hasil penjualan cash and carry kepada para konsumen. Salah satunya, pedagang tahu petis yang membutuhkan tahu produksi dalam jumlah banyak.



Di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat, pengrajin tahu berusaha realistis menjalankan usahanya. Kalau ia tak mampu membayar dan membuat pabrik sampai berhenti produksi, bukan hanya  pengrajin tahu saja yang repot. Tapi para penyuka tahu pun harus rela memburu produk olahan kedelai ini dengan harga tinggi, seperti saat para perajin mogok produksi beberapa waktu lalu.


Dilema Pengrajin Tahu
Foto : Priyo Widiyanto

Copyright © SEO Gaul | Powered by Blogger