Catatan Manasuka Online

Selasa, 07 November 2017

Blogger yang Sukses Menulis Buku

Siapa sangka, buku Notes From Qatar (NFQ) yang laris manis di pasaran merupakan buah dari sebuah ‘keisengan’. 

Blogger yang Sukses Menulis Buku


Mulanya, NFQ merupakan sebuah blog yang berisi pengalaman dan catatan ringan yang Muhammad Assad alami selama di Qatar. Catatan tersebut dikemas secara khas dengan penambahan ayat-ayat Alqur’an atau hadits.

“Tidak ada kata-kata lebay dari tulisan yang saya tuangkan ke blog dan twitter tapi semua lebih kepada sharing dan berbagi pengalaman tentang hal-hal kecil yang dapat memberikan pelajaran berharga,” ungkap Assad.

Dengan mengusung tagline Positive, Persistance, Pray (3P) untuk buku Notes From Qatar 1, Assad berharap tagline tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pendorong bagi generasi muda untuk terus berkarya.

Karena respon yang sangat positif dari para pembaca, bertepatan dengan lulusnya Assad setelah 2 tahun belajar S2 di Qatar, Assad kembali membukukan tulisannya dalam Notes From Qatar 2 dengan tagline 3 H (Honest, Humble, Helpful).

Apa yang dilakukan pemuda kelahiran 1987 ini juga diapresiasi oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Dalam pengantar di buku Assad, JK menilai tulisan President Director & Co Founder dari Sidra Nusantara Group LTD perusahaan berbasis di Qatar ini mampu menginspirasi dan membangkitkan semangat generasi muda Indonesia.

Sabtu, 04 November 2017

Mengais Rezeki di Balik Bencana

Terik matahari membakar tanggul Kali Putih, Desa Sirahan, Kecamatan Magelang, tak membuat  mereka yang bergumul dengan tumpahan material vulkanis gunung Merapi patah semangat. Pasir dan batu menutup akses jalan Desa Sirahan, yang terbawa banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Kali Putih, Desa Sirahan, Kecamatan Magelang


Warga Sirahan, banyak yang beralih pekerjaan menjadi pencari pasir dan pemecah batu yang berada di sekitar rumah mereka. Setiap hari, mereka, mengumpulkan dua truck pasir untuk dikirim ke Semarang. 

Satu rit bisa dihargai Rp 170 ribu. Minimal per hari mereka bisa kantongi uang Rp 40 ribu. Jika tak penat, mereka memecah batu untuk dijual kepada pengumpul. Harganya lebih mahal dari pasir. Satu rit pickup bak terbuka bisa dijual Rp 250 ribu. 

pemecah batu


pemecah batu


mencari pasir


Mengais Rezeki di Balik Bencana


Warga setempat tak pernah mengeluhkan nasib rumahnya yang terdampak bencana Merapi. Meski rumah porak poranda, mereka tak lantas pasrah. Masih ada rezeki di balik bencana.


Rezeki di Balik Bencana - Foto: Kuntoro

Copyright © SEO Gaul