Catatan manasuka online belajar ngeblog dan apa saja

15 Agustus 2016

Yuk Belajar Dari Film

Kamu suka nonton film? Atau malah maniac? Kalau ya maka beruntunglah kamu. Hobi nonto film ini bisa juga membantu banyak kalau kamu pas mati ide atau imajinasi mampet saat mau menulis, apapun itu. Kamu bisa banyak belajar dari Film.

Film yang baik dan bagus selalu menawarkan warna-warni kehidupan yang penuh dengan perenungan. Kamu bisa tambahin dengan pengalaman kamu sendiri. Tentu kamu nggak harus nyontek abis permasalahan hidup yang ada di film itu, cukup ambil satu sisi aja.

Hakekatnya sebuah film adalah sepotong kehidupan yang disajikan dalam bahasa gambar dam durasi tertentu. Berhubung yang disajikan itu hanya sepotong kehidupan tentu persoalan hidup yang nongol pun sepotong-sepotong untuk menggambarkan kehidupan sang tokoh. Tentu saja di sini kamu harus pandai-pandai mencari benang merah dari keseluruhan potongan hidup yang disajikan dalam film.

Belajar Dari Film


Belajar Dari Film


Emang gak gampang sih untuk menentukan moral cerita dalam sebuah film. Ini biasanya dijumpai dalam film-film yang menampilkan karakter tokoh secara abu-abu nggak hitam putih. Satu saat ngelakuin tindakan dipuji orang, tapi di saat yang lain ngelakuin perbuatan yang dikutuk orang.

Tapi justru dari sini banyak memberi pelajaran soal kehidupan. Belajar dari film untuk mengetahui bahwa hidup bukanlah semata-mata menentukan satu pilihan diantara dua pilihan. Ya atau tidak, ini atau itu, maju atau mundur, hitam atau putih. Ada banyak pilihan di antara dua titik yang ekstrim itu. Justru inilah yang menjadikan hidup menarik dan layak untuk dilakoni dengan seintens mungkin. Dan para pembuat film sangat pingin banget memindahkan semua itu ke dalam sebuah film.

Dan kamu sebagai penulis, bisa belajar banyak soal kehidupan dari sebuah film. Tulisan kamu jadi nggak monoton, nggak beku dengan tema yang tertentu aja dan punya cara pandang beda dan orisinal. Kalau gitu, yuk belajar belajar dari film dengan banyak menonton.

08 Agustus 2016

Perbedaan Sarana dan Prasarana

Pengertian sarana dan prasarana memiliki perbedaan arti namun saling terkait. Berikut definisi yang dikutip dari blog Kanal Informasi


Pengertian sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk mencapai makna dan tujuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia,2008). Sebagai contoh: sarana pendidikan diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, misalkan buku, tas, pulpen, komputer, dll.

Pengertian prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008) Sebagai contoh: prasarana pendidikan berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan, misalnya lokasi, bangunan sekolah, lapangan olahraga, dll.

Contoh lain dari pengertian sarana dan prasarana yaitu mobil, bus, motor adalah sarana transportasi darat sedangkan jalan raya, rambu lalu lintas, jembatan, terminal adalah prasarana transportasi darat. Dengan kata lain, pengertian umum sarana lebih ditujukan untuk alat atau benda-­benda yang bergerak sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk alat atau benda-­benda yang tidak bergerak.

02 Agustus 2016

Menjalin Pertemanan Tanpa Tatap Muka di Internet

Teori kepribadian dalam psikologi mengatakan mereka yang secara sosial cemas berhubungan nyata dan menyendiri, akan lebih mudah berhubungan dengan teman-teman di internet.  Pertemanan internet merupakan hal lazim bagi banyak orang dimasa ini, dari anak kecil sampai orangtua, semuanya ketemu di media kaca dan atau bersuara. Boleh jadi sebagian sudah saling mengenal, dapat juga sebelumnya tidak pernah kenal tatap muka.

Berbagai pandangan tentang hubungan pertemanan lewat internet mengundang tanya untuk dipelajari. Bagi sebagian orang, hubungan tak saling tatap muka dikatakan tidak dapat berkembang ke arah yang lebih akrab, karena penyaluran emosional antar orang tidak terjadi. Itu dulu, manakala internet tidak tatap muka. Sekarang tatap muka dengan internet dimungkinkan.

Menjalin Pertemanan di Internet


Pertemanan Tanpa Tatap Muka di Internet


Popularitas internet demikian melambung, sehingga dimungkinkan untuk mendapatkan pasangan. Satu sisi orang tak percaya bahwa jatuh cinta dimungkinkan lewat internet karena ketiadaan sentuhan chemistry dan tak yakin akan apa yang dihadapi di dunia maya. Di sisi lain orang berpendapat hubungan erat dan bahkan sampai mewujudkan setia seia sekata dapat terjadi dan sukses melalui awalnya dari internet.

Hubungan pertemanan online akan memudahkan bicara apa saja karena kebanyakan tidak menggunakan tatap wajah. Sementara kelompok pecandu internet lain mengatakan hubungan online menaikkan gengsi mereka karena mereka masuk masyarakat pengguna alat komunikasi modern dan terpelajar. Teori kepribadian dalam psikologi mengatakan mereka yang secara sosial cemas berhubungan nyata dan menyendiri, akan lebih mudah berhubungan dengan kawan-kawan di internet. Tanpa hubungan tatap muka membuat mereka leluasa berekspresi.

Pertemanan Modern Via Internet

Sosiolog Michele E. Doyle dan Mark K. Smith mengatakan bahwa hubungan antar teman secara tradisional adalah hubungan tatap muka, secara fisik bertemu. Dalam era modern dikatakan hubungan beralih ke kompetisi dan individualis. Waktu sehari-hari telah dihabiskan untuk bekerja, berjuang memperoleh tempat dalam persaingan ketat, maka sedikit waktu tersisa untuk menjalin hubungan tatap muka. Pada kelas menengah, hubungan antar teman masa kini ditunjang oleh komputer yang menyajikan internet.

Melalui internet hubungan menjadi semakin luas pada mereka yang memang senang bergaul, dimana pergaulan mereka didasarkan atas banyak hal dan bidang. Hubungan seminat misalnya hobi, penelitian, membaca resensi film atau buku, humor, filosofi, dan sebagainya dapat semakin berkembang dengan luasnya jejaring. Mereka yang sulit menjalin hubungan sosial di dunia nyata, menurut Mc Kenna, menjalin hubungan lewat internet membuat lebih kurang hambatannya dalam kontak pertama. Suasana bukan tatap muka membuat mereka merasa nyaman. Kelak jika hubungan melalui dunia maya menimbulkan rasa percaya diri dan terkikis rasa takut dikritik, rasa malu atau menaruh syak, maka pertemuan nyata di dunia realita dapat berlanjut.

Sementara itu juga dijumpai bahwa mereka yang secara sosial kurang butuh kawan atau dapat dikatakan sangat terbatas kawannya, melalui hubungan internet juga tidak seluas teman yang mudah bergaul. Meski ekspresi diri melalui internet seringkali tanpa hambatan, namun perasaan tidak aman sering juga mengusik untuk membuka diri lebih besar. Bagi mereka kesempatan berbicara di internet seringkali sulit untuk dikembangkan sebagai hubungan antar teman di dunia nyata.

Masih menurut penelitian McKenna, para pencemas, mudah depresi, mempunyai rasa rendah diri, sulit mendapatkan perluasan kawan lewat internet, meski hubungan awal internet nyaman bagi mereka mengekspresikan diri.

Menjalin Pertemanan Tanpa Tatap Muka di Internet - Lentera Gaul


Copyright © Catatan SEO Kecil