Catatan manasuka online belajar ngeblog dan apa saja

22 Oktober 2017

Bagaimana Menjual Parsel Lebaran

Momen lebaran, merupakan momen yang digunakan oleh seseorang berbagi bingkisan parsel kepada saudara, rekan bisnis ataupun orang yang sangat dekat. Bagi mereka yang malas untuk membuat kue dan merangkai parsel, tentu akan memesannya kepada orang lain, agar bisa merayakan momen Idul Fitri dengan meriah.

Tips Menjual Parsel Lebaran

Tips Menjual Parsel Lebaran


Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan dalam memulai dan menjalankan bisnis parsel lebaran:

Target Konsumen


Target utama bisnis parsel lebaran adalah masyarakat umum yang merayakan hari raya Idul Fitri. Namun masyarakat umum juga dapat menjadi sasaran pasar bisnis tersebut, dengan adanya budaya mengirimkan parsel kepada saudara dan kerabatnya pada saat peringatan hari raya. Selain masyarakat individu, bisnis parsel lebaran juga menjadikan perusahaan – perusahaan swasta sebagai target pasar yang memiliki prospek pasar cukup besar. Karena biasanya perusahaan swasta memberikan bingkisan parsel lebaran kepada para karyawannya.

Memilih Produk

Umumnya satu bingkisan parcel lebaran berisi berbagai macam barang, berkisar antara 1 sampai 20 macam barang yang berbeda. Sebaiknya dalam memilih produk yang dijadikan sebagai isi parsel, perhatikan pula kualitasnya. Misalnya jika memilih parsel makanan atau minuman, sebaiknya perhatikan tanggal , agar tidak mengecewakan konsumen. Sedangkan untuk parsel yang berisi perabot, pilihlah perabot dengan teliti jangan sampai ada perabot yang cacat atau rusak.

Proses Packing

Biasanya parsel lebaran dibungkus dan dihias, untuk mempercantik penampilan parsel tersebut. parsel lebaran dapat dikemas dengan menggunakan keranjang, atau kardus yang sudah di desain dengan tema lebaran. Untuk mempercantik kemasan, ditambahkan pula hiasan seperti pita, kartu ucapaan, hiasan seperti ketupat kecil yang identik dengan perayaan hari raya Idul Fitri.

Pemasaran Untuk pemasaran bisnis paket lebaran, dapat dicoba dengan cara-cara berikut :
  • Memasarkan langsung, kepada rekan-rekan dekat Anda. Atau dapat juga memasarkan secara door to door untuk wilayah sekitar rumah Anda 
  • Dapat juga dipasarkan dengan cara menitipkan produk parsel Anda, ke beberapa toko atau supermarket yang menjual paket parsel lebaran 
  • Cara yang ketiga yaitu dengan menawarkan paket parsel Anda ke perusahaan swasta, coba tawarkan melalui manajemennya. Agar Anda dapat membantu menyediakan parsel lebaran untuk semua karyawan perusahaan tersebut 
  • Cara yang keempat yaitu dengan memasarkannya melalui internet. Jangkauan internet yang luas, dapat membantu Anda memasarkan paket parsel lebaran hingga mencakup pesanan dari berbagai daerah

Tips Menjual Parsel Lebaran

07 Oktober 2017

Daftar Ukuran Standar Pola Dasar Baju Anak

Ukuran standar atau ukuran baku pola dasar baju anak ialah ukuran yang sudah dibakukan pemakaiannya. Berikut ini contoh ukuran standar untuk bayi, anak wanita dan anak laki-laki.

Daftar Ukuran Standar Pola Dasar Baju Anak


Daftar Ukuran-Ukuran Standar Dalam Cm

Jenis Ukuran

1 thn
3 thn
5 thn
7 thn
9 thn
11 thn
13 th

Ukuran Pola Dasar

Lingkar badan
Panjang punggung
Lebar punggung

Panjang muka
Lebar muka


Lingkar leher
Lingkar pinggang
Lingkar lubang lengan Panjang bahu

Ukuran lengan

Panjang lengan
Lingkar lengan
Lingkar Pergelangan
Lingkar telapak tangan Tinggi puncak




54
20
19

17
19


25
52
22



19
17+4
13
16
6



58
22
21

18
21


26
54
24



22
18+4
13
17



62
25
25

21
23


27
55
26
8



18
19+5
13½
18



64
27
26

23
25


28
56
27
9



29
20+5
14
19



66
29
28

25
26


29
58
30
10



33
21+6
15
20
9



70
31
29

27
28


30
60
30
10



33
22+6
16
22



76
35
31

 30
 30


33
64
36
11½



42
24+7
17
24
10½

Contoh: Pola Busana Bermain Anak Wanita


Daftar Ukuran Standar Pola Dasar Baju Anak

04 Oktober 2017

Restitusi Bea Masuk Atas Barang Impor Untuk Diekspor Kembali

Ada pertanyaan dari seseorang yang berkaitan tentang Restitusi Bea Masuk Atas Barang Impor Untuk Diekspor Kembali. Dia sudah melakukan import barang berupa lem bulu mata dari Korea, di bulan lalu. Untuk barang tersebut, dia packing lagi bersama bulu mata yang dia produksi (dijadikan 1 set). Kemudian barang tersebut dia eksport ke negara tujuan, ke Amerika.

Pertanyaan:
  1. Apakah bea masuk yang sudah dibayarkan, bisa direstitusi ? 
  2. Bagaimana serta syarat-syarat untuk restitusi barang tersebut ? 
Restitusi Bea Masuk


Jawaban dari pihak Bea Cukai Untuk Restitusi Bea Masuk Atas Barang Impor Untuk Diekspor Kembali

Subdit Penyuluhan dan Layanan Informasi menyampaikan beberapa informasi terkait dengan pertanyaan di atas, sebagai berikut:

Bea masuk merupakan pungutan negara berdasarkan undang-undang yang dikenakan terhadap barang yang diimpor. Pemungutan bea masuk bersifat final dilakukan sekali pada saat barang tersebut diimpor. Sesuai pasal 2 ayat 3 Peraturan Menteri Keuangan nomor 274/PMK.04/2014 disebutkan bahwa Pengembalian bea masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tidak termasuk pengembalian bea masuk yang telah dibayar atas impor barang dan bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor. Berdasarkan ketentuan tersebut maka atas restitusi dari kasus tersebut tidak bisa dilakukan.

Namun, terkait dengan permasalahan di atas, ada beberapa fasilitas fiskal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang mempunyai kegiatan seperti yang diebutkan di atas. Fasilitas tersebut adalah penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) untuk Kawasan Berikat serta fasilitas pembebasan atau pengembalian untuk KITE.

Beberapa fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :

1. Fasilitas Kawasan Berikat (KB) Terkait dengan fasilitas KB diatur dalam beberapa ketentuan sebagai berikut :
  • a. Peraturan Menteri Keuangan nomor 147/PMK.04/ 2011 yang terakhir kali diubah dengan PMK nomor 120/PMK.04/2013 tentang Kawasan Berikat.
  • b. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-57/BC/2011 yang terakhir kali diubah dengan PER-35/BC/2013 tentang Kawasan Berikat.
Sesuai pasal 3 ayat 6 PER-35/BC/2013 disebutkan bahwa Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB sebagaimana dimaksud pada ayat (5) melakukan kegiatan menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau diimpor untuk dipakai.

2. Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Terkait dengan fasilitas KITE diatur dalam beberapa ketentuan sebagai berikut :

KITE Pembebasan
  • Peraturan Menteri Keuangan nomor 254/PMK. 04/2011 yang terkahir kali diubah dengan PMK nomor 176/PMK.04/2013 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Barang dan bahan untuk Diolah, Dirakit, atau DIpasang pada Barang Lain dengan Tujuan untuk Diekspor. 
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-16/BC/2012 yang terakhir kali diubah dengan PER-04/BC/2014 tentang Tata Laksana Pembebasan Bea Masuk atas Impor Barang dan Bahan untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang pada Barang Lain dengan Tujuan untuk Diekspor. 
KITE Pengembalian
  • Peraturan Menteri Keuangan nomor 253/PMK. 04/2011 yang terkahir kali diubah dengan PMK nomor 177/PMK.04/2013 tentang Pengembalian Bea Masuk yang Telah Dibayar atas Impor Barang dan Bahan untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang pada Barang Lain dengan Tujuan untuk Diekspor. 
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-15/BC/2012 yang terakhir kali diubah dengan PER-05/BC/2014 tentang Tata Laksana Pengembalian Bea Masuk yang Telah Dibayar atas Impor Barang dan Bahan untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang pada Barang Lain dengan Tujuan untuk Diekspor.
Jika Anda mengalami masalah di atas, untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi Bravo Bea Cukai Telepon: (021) -1 500 225, Email : info@customs.go.id


Sumber: Bea Cukai Indonesia


Copyright © Catatan SEO Kecil